Sabtu, 23 Agustus 2014

Diet ala Endy

Pada dasarnya, diet bukan hanya tentang mengurangi porsi makan atau menghitung jumlah kalori yang keluar-masuk, tetapi juga olahraga. Seseorang yang banyak makan sekalipun, jika diimbangi dengan olahraga maka tubuhnya pun pasti bagus. Sebaliknya, walau seseorang yang makannya sedikit, jika tidak diimbangi dengan olahraga maka tubuhnya pun sedikit demi sedikit akan menumpuk lemak. ND contohnya (haha). Banyak program diet yang beredar diluar sana, kalo pun kalian nanya sama Mbah Google, beliau akan memberikan jawaban yang W.O.W punya. Tinggal pilih yang mana yang sesuai dan "sanggup" dijalani.
Untuk beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, ND sempat mengikuti beberapa program diet yang ditawari oleh "jawaban" Mbah Google. Pertama kali ND ikut program diet pada tahun 2009, saat itu ND kaget karena tiba2 berat badan naik dari 39 kg ke 42 kg. ND yang selalu bangga karena berat badannya paling rendah diantara teman2 sekerjanya (yang badannya terlihat lebih kurus dari ND malah) seketika jadi shock dan dimulailah program diet pertama ND. Saat itu ND menjalani program yang mengharuskan ND minum "sesuawatu" (jujur ND lupa merk-nya) dan hanya mengkonsumsi sayur2 rebusan dan buah2an, tidak boleh makan2an yang mengandung karbohidrat, kacang2an, susu, makanan berminyak, minuman berkafein dan jajanan termasuk snack. Pure hanya boleh makan sayur2 rebusan, buah2an, air mineral dan minuman "sesuwatu" itu. Kondisi yang membuat ND menderita, ga cukup 1 minggu, ND memutuskan untuk berhenti setelah tahu bahwa fakta lain yang mempengaruhi naiknya berat badan adalah bertambahnya tinggi badan. Yup, ternyata saat berat badan ND naik, saat itu tinggi badan ternyata ikut bertambah, dari yang terakhir diukur 156 cm menjadi 159 cm. Suatu kebanggaan tersendiri disaat usia (waktu itu) sudah 20 tahun, pertumbuhan tinggi badan masih berjalan (haha).
Program diet kedua yang ND jalani pada tahun 2011, saat itu (mungkin) akibat stress setelah tidak bekerja lagi dan harus minta ke orangtua untuk biaya hidup dan biaya kuliah, berat badan ND naik menjadi 48 kg. ND langsung cek tinggi badan yang yaah memang juga ikut naik jadi 160 cm (naik 1 cm? well, cukuplah dari pada ngga). Namun sayangnya, program2 diet yang dicoba ga bikin berat badan turun, adanya malah nafsu makan bertambah kuat. Maklum, soalnya saat menaham makan sesuai dengan jendela makan (diet ala OCD) membuat ND makin stress. (Ingat !!! Stress juga pemicu naiknya berat badan). Jika istilahnya "semakin sering mencoba malah semakin sering gagal" justru lebih baik menyerah kan? Walo itu sebenarnya ga boleh juga. Tapi yang jadi masalah, walau program diet itu dijalani, berat badan terus saja naik. Akhirnya ND menyerah.
Sekarang (2014) berat badan ND telah mencapai 54 kg dengan tinggi badan 162 cm. Ada yang bilang, "tinggi badan dikurang 110 maka hasilnya berat badan ideal". Well, ND coba dan hasilnya, berat badan ideal ND adalah 52 kg. Intinya kelebihan 2 kg. Nah, sekarang bagaimana caranya untuk menghilangkan selisih 2 kg tersebut ??? Tambahkan tinggi badan 2 cm lagi ??? Haloow, ND sudah menginjak usia "seperempat abad lewat dikit" akankah bisa nambah 2 cm lagi dalam waktu sekejap??? Bisa sih, oprasi aja, ato ikut program penambah tinggi badan kayak iklan di tivi.
Akhirnya ND menciptakan program diet sendiri yang (sangat tidak) disarankan untuk diikuti bagi yang perutnya lemah. Yaitu :
  1. Selama 3 hari berturut-turut, konsumsi 3-4 buah Apel (ijo ato merah, yang mana aja) sebanyak 3 kali sehari-semalam per 8 jam. Maksudnya seperti ini, ND ambil contoh dari pola per 8 jam yang ND jalani. Jam 8 pagi makan 3-4 buah Apel, jam 4 sore makan 3-4 buah Apel dan jam 12 malam makan 3-4 buah Apel. (ND selalu tidur setelah jam 1 malam setiap harinya). Jadi totalnya, dalam 1 hari mengkonsumsi 9-12 buah Apel. Selama 3 hari ini jangan makan makanan apapun. Termasuk itu sayur2 rebusan, telur, makanan ringan atau apalah itu, pokoknya ga boleh. Cukup Apel dan air minum. Untuk air minum, boleh minum susu, teh ato kopi selama itu tidak berlebihan. Tapi selain ketiga jenis yang ND sebutkan plus dengan air mineral, dilarang minum minuman lainnya, walo itu berlabel Low Fat ato diet2 apalah.
  2. Dihari ke-4 dan 5, lupakan Apelnya, silahkan makan (cukup 1 porsi) bubur atau nasi lunak saja dengan sayur2 rebusan. Silahkan tambahkan telur kalo mau. Aturan tetap 3 kali sehari per 8 jam, dan larangannya sama seperti 3 hari sebelumnya.
  3. Dihari ke-6 dan 7, silahkan makan seperti biasanya, tidak ada larangan seperti 4 hari sebelumnya, hanya saja makan cukup 3 kali sehari per 8 jam.
  4. Dihari ke-8, kembali ke point no. 1. Intinya, pola makan selama 7 hari tersebut terus diulang sehingga menciptakan kebiasaan makan cukup 3 kali sehari, menghindari makan2an yang bersifat Junk Food dan juga minum2an berdosa eh bersoda ato minuman tonik sejenisnya. Dan yang paling penting, mengkonsumsi sayur dan buah!
Kenapa Apel? Hmm, karena kandungan dalam buah Apel bisa bikin kamu kenyang dalam waktu yang cukup lama.
ND ga menyarankan kalian untuk mencoba, karena diet ini bisa membuat anda died kalo ga biasa (haha). Untuk aturan per 8 jam, bisa kalian atur sendiri mau jam berapa saja. kalo repot, diatur untuk pagi, siang dan sore juga ga papa, asal kalo malam jangan nekat minta makan.
Oops, ada yang lupa, jika kalian masih merasa lapar padahal sekitar 1-2 ato sampe 3 jam yang lalu baru mengkonsumsi Apel atau makan, kalian boleh minum air mineral, susu, teh ato kopi, tapi jangan berlebihan saja. Saran ND cukup minum air mineral saja, walo kebanyakan, tapi ga bakal mempengaruhi kesehatan, malah menyehatkan (haha).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar